Belakangan ini, topik pendidikan anak kembali ramai dibicarakan, terutama setelah pasangan influencer Jovial da Lopez dan istrinya membahas di podcast mereka tentang pilihan pendidikan untuk anak, antara sekolah nasional atau sekolah internasional.
Nah, bagaimana dengan Parents? Sudah tahu mau merencanakan anak sekolah di mana?
Di artikel ini, kita tidak akan membandingkan sekolah nasional dan internasional, melainkan membahas bagaimana kedua sistem ini bisa menjadi jalan menuju kuliah di luar negeri.
Contents
Sekolah Nasional atau Internasional: Mana yang Lebih Cocok?

Pertanyaan klasik yang sering muncul: “Kalau mau anak kuliah di luar negeri, lebih baik sekolah di nasional atau internasional?”
Jawabannya: tergantung pada tujuan, prinsip keluarga, dan perencanaan keuangan.
Mari kita bahas langkah demi langkah cara paling ampuh untuk menyiapkan anak kuliah ke luar negeri sejak dini, artikel ini ditulis berdasarkan observasi kami dengan orangtua murid.
1. Tentukan Goals Pendidikan Anak
Semua perencanaan besar berawal dari tujuan. Apakah Parents ingin anak kuliah di luar negeri, di universitas lokal, atau menempuh pendidikan alternatif lainnya? Menentukan arah sejak dini bukan berarti mengekang anak, melainkan memberi peta jalan agar perencanaan finansial dan akademiknya bisa lebih terarah.
Perencanaan yang matang sejak anak kecil membantu keluarga memahami rencana budgeting, pilihan sekolah, dan jenis pendidikan yang paling cocok dengan kemampuan dan visi keluarga.
2. Rancang Budgeting Plan Sejak Awal
Ada pepatah, “Semua pasti ada jalannya.” Tapi jalan itu akan lebih jelas kalau kita punya peta.
Merancang budget pendidikan anak sangat penting agar tidak salah langkah di kemudian hari.
Banyak Parents yang sudah mulai membuka tabungan pendidikan sejak anak belum masuk sekolah. Bank dan lembaga keuangan kini juga menawarkan berbagai program tabungan pendidikan dengan bunga menarik, yang membantu keluarga lebih disiplin mengatur keuangan untuk masa depan si kecil.
Dengan budgeting yang jelas, Parents bisa tahu:
- Jenis sekolah yang sesuai dengan kondisi keuangan
- Negara tujuan kuliah yang realistis
- Estimasi biaya hidup dan studi di luar negeri
3. Pahami Anak Secara Mendalam
Langkah ini sering terlewat, padahal sangat penting. Sebelum menentukan sekolah atau rencana kuliah, kenali dulu kepribadian, minat, dan bakat anak.
Banyak kasus di mana anak merasa tidak cocok dengan jurusan atau lingkungan karena pilihan dibuat sepihak oleh orang tua. Padahal, memahami anak berarti:
- Mengetahui apa yang mereka sukai dan tidak sukai
- Memahami gaya belajar mereka
- Menemukan lingkungan yang paling sesuai untuk tumbuh dan berprestasi
Dari sini, Parents bisa menentukan apakah anak lebih cocok di sekolah formal, non-formal, microschool, atau sistem hybrid (online dan offline) — semuanya kini bisa mengantarkan anak ke universitas top dunia.
Fun fact: Menariknya, di tingkat sekolah menengah kami, sekitar 80% keputusan akademik, mulai dari pemilihan mata pelajaran hingga jurusan ditentukan oleh siswa sendiri.
4. Susun School Plan yang Strategis
Setelah tahu tujuan, kondisi keuangan, dan karakter anak, saatnya menyusun rencana pendidikan. Apakah anak akan mulai dari sekolah nasional lalu lanjut ke internasional, atau langsung di sekolah internasional sejak dini?
Keduanya bisa!
- Sekolah nasional menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan disiplin.
- Sekolah internasional membekali anak dengan global mindset dan kemampuan bahasa asing.
Banyak Parents juga memilih kombinasi keduanya, misalnya SD nasional lalu SMP/SMA internasional. Atau memilih sekolah alternatif seperti Junior College yang berfokus pada pathway to top universities abroad.
Saran kami, pilih sekolah yang bukan cuma fokus ke nilai, tapi juga membangun karakter dan skill hidup anak. Lewat kompetisi, kegiatan sosial, dan pembelajaran nyata, anak belajar lebih dari sekadar akademik mereka belajar cara bertahan dan sukses di dunia nyata.
Fun fact: Sekolah seperti Jakarta Academics College kini menjadi contoh Junior College yang mempersiapkan siswa secara akademik dan mental untuk kuliah di luar negeri dengan pendekatan personal dan kurikulum global.
5. Mulai Bangun Exposure Internasional
Selain sekolah, anak juga perlu pengalaman global sejak dini. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengikuti program pertukaran pelajar atau summer camp internasional
- Mengajak anak aktif dalam kompetisi global atau olimpiade
- Melatih kemampuan bahasa Inggris, public speaking, dan critical thinking
- Mengenalkan budaya dan sistem pendidikan negara tujuan
Dengan cara ini, anak tidak hanya siap secara akademik, tapi juga secara mental untuk menghadapi kehidupan kampus di luar negeri.
6. Siapkan Mental dan Kemandirian Anak
Sukses kuliah di luar negeri tidak hanya soal nilai. Kemandirian, adaptasi, dan mental resilience adalah bekal utama anak untuk bertahan di lingkungan baru. Mulailah dengan hal kecil seperti membiasakan anak mengatur jadwal sendiri, bertanggung jawab atas tugasnya, dan belajar mengelola waktu. Kemandirian ini akan menjadi fondasi penting saat mereka jauh dari keluarga.

Menyiapkan anak kuliah di luar negeri bukan sesuatu yang instan. Butuh waktu, strategi, dan dukungan yang tepat sejak dini. Mulailah dari goal yang jelas, perencanaan keuangan matang, memahami karakter anak, memilih sekolah yang tepat, dan memberi exposure internasional.
Dengan langkah-langkah ini, Parents tidak hanya membantu anak siap kuliah di luar negeri, tapi juga membentuk mereka menjadi individu yang tangguh, mandiri, dan berwawasan global.

